Samstag, 13. Juni 2015

8 tips menjalani Ramadhan saat musim panas di Eropa



Ramadhan sebentar lagi tiba. Bulan ini adalah bulan yang sangat spesial. Bulan ini adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan dimana setan-setan dibelenggu,pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka. Di bulan ini juga ada malam spesial yaitu lailatul qadar yang satu malam lebih baik daripada seribu bulan. Bayangkan jika kamu beribadah di malam lailatul qadar, nilainya lebih baik dibandingkan kamu beribadah 83 tahun di malam yang lain. Di bulan ini juga kesempatan kamu untuk mendapatkan ampunan dari Allah. Dan bulan ini adalah bulan dikabulkannya do’a. 

Tahun 2015 ini agak spesial karena Ramadhan berada di hari-hari yang memiliki waktu siang terpanjang dalam setahun. Jadi kita berpuasa di puncak musim Summer. Kurang lebih kita harus berpuasa selama 18-19 jam saat puncak Summer, ditambah dengan panasnya suhu dan keringnya udara saat summer, membuat Ramadhan kali ini tantangan tersendiri buat kita yang berada di eropa. Belum lagi bulan Juli adalah musim ujian bagi para mahasiswa. Di satu sisi rasanya sayang sekali kalau bulan Ramadhan hanya lewat begitu saja tanpa „recharge“ iman dan ampunan dari Allah. Kita harus memanfaatkan sebaik-baiknya bulan yang penuh berkah ini. Berikut beberapa tips menjalani Ramadhan saat summer di Eropa :

1.       Berdo’a

Do’a merupakan faktor yang sangat penting dan kunci sukses seorang muslim. Mintalah kepada Allah agar kamu diberi kekuatan dalam beribadah di bulan puasa dan diberi keberkahan di bulan yang suci ini. Do’a seorang yang berpuasa sangat mustajab, perbanyaklah berdo’a di waktu menjelang berbuka puasa, karena ini waktu yang mustajab dikabulkannya do’a. 

2.       Atur waktu tidur kamu

Saat Ramadhan di musim panas selesai tarawih biasanya jam 12 malam lewat,kamu hanya punya waktu sekitar 1-2 jam untuk tidur malam. Mau tidak mau kamu harus manfaatkan waktu kamu setelah shalat subuh untuk tidur. Setelah subuh kamu bisa tidur sekitar 3-4 jam sebelum kamu berangkat kuliah atau bekerja. Setelah beraktivitas seharian, biasanya setelah ashar sekitar jam 6 sore adalah waktu dimana kamu sudah mulai kehabisan energi. Kamu bisa manfaatkan waktu ini untuk tidur sambil menunggu waktu berbuka, jangan lupa niatkan tidur kamu untuk merefresh kondisi badan untuk beribadah di malam hari, agar tidur kamu jauh lebih bernilai di sisi Allah. Setelah tidur 1-2 jam kamu bisa isi dengan tilawah sambil menunggu waktu berbuka. In shaa Allah dengan begitu puasa kamu tidak terlalu berat.

3.       Minum yang banyak, sempatkan sahur, dan ambil jadwal shalat dari masjid

Saat berpuasa di musim panas tentunya kamu kekurangan banyak cairan. Maka kamu harus imbangi dengan minum yang cukup saat malam hari. Usahakan minum minimal 2 liter per hari. Walaupun kamu tidak lagi merasa haus setelah minum sedikit, usahakan kamu tetap harus mencapai target minum 2 Liter di malam hari. Jangan lupa sempatkan sahur walau hanya dengan kurma, air putih, atau roti. Banyak diantara teman-teman yang tidak sahur dengan alasan masih kenyang. Ini merupakan hal yang sebaiknya dihindari.

Saya sarankan untuk mengambil jadwal shalat di masjid, jangan dari App. Jadwal shalat di masjid in shaa Allah lebih akurat, terutama untuk waktu shalat isya‘ dan subuh. Biasanya jadwal isya‘ dan subuh di App berbeda jauh dengan jadwal masjid. Jadwal adzan subuh di App misalnya, bisa lebih awal 1 jam dibandingkan jadwal sebenarnya di masjid.

4.       Cari masjid yang menyediakan buka puasa

Biasanya setiap masjid di Jerman menyediakan makanan untuk berbuka puasa bagi jama’ahnya. Ini kesempatan kamu untuk berbuka gratis. Jadi kamu tidak perlu repot-repot berbelanja dan memasak seperti di bulan lainnya. Dengan itu kamu juga lebih bisa berkonsentrasi dengan ibadah kamu. Kalau perlu bawa toples atau rantang, biasanya ada makanan sisa yang bisa kamu bawa pulang untuk makan sahur (jika benar-benar ada makanan sisa dan semua jama’ah sudah makan). Bahkan di sebagian masjid juga disediakan makan sahur, kamu bisa tidur di masjid tersebut atau datang kembali saat waktu sahur, sekalian shalat subuh disana.
Ini juga kesempatan kamu untuk „wisata kuliner“. Biasanya di tiap kota ada banyak masjid yang dikelola oleh suku atau negara yang berbeda-beda. Untuk makanan berbuka tentunya mereka memasak makanan khas mereka. Nah setiap hari kamu bisa „menggilir“ masjid-masjid tersebut untuk mencicipi makanan khas mereka.

5.       Gunakan waktu kamu sebaik-baiknya, selalu bawa mushaf

Setiap detik di bulan ramadhan sangat berharga, ini harus kamu manfaatkan sebaik-baiknya. Walaupun kamu berada pada kondisi yang jauh lebih sulit dibandingkan saat berpuasa di tanah air, jangan sampai kamu meninggalkan bulan ramadhan tanpa mendapat ampunan dari Allah. Selalu bawa mushaf, saat-saat menunggu bus atau u-bahn bisa kamu manfaatkan dengan membaca A-Qur’an. Begitu juga saat berada di dalam bus atau kereta.

6.       Cari kenalan baru di masjid, dengarkan ceramah-ceramah di masjid, ikuti tarawih dan i‘tikaf

Ramadhan ini juga bisa jadi kesempatan buat kamu buat meningkatkan kemampuan bahasa jerman kamu. Saat Ramadhan banyak orang yang datang ke masjid, entah itu muallaf jerman atau muslim yang lahir di jerman, kamu bisa berkenalan dengan mereka sambil melatih bahasa jerman kamu. Kamu bisa share pengalaman dengan mereka.
Selain itu saat ramadhan juga banyak ceramah berbahasa jerman, selain kamu dapat pahala menuntut ilmu syar’i, ini jug cara yang sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa jerman kamu.
Tarawih kali ini dilaksanakan sekitar pukul 11 sampai pukul 12 malam. Ini bukan alasan untuk tidak melaksanakan tarawih. Buktinya banyak yang kuat internetan sampai tengah malam, masa untuk tarawih tidak kuat? Cari masjid yang bacaan imamnya indah sehingga kamu bisa lebih khusyu‘. Cari juga masjid yang akses kendaraan umumnya mudah, agar kamu tidak kerepotan ketika harus pulang jam 12 malam lewat.
Banyak juga masjid yang mengadakan program i’tikaf, terutama di 10 hari terakhir. Ini kesempatan kamu untuk merasakan „sensasi“ ramadhan. DI masjid kamu akan terkondisi untuk beribadah dan mendapatkan banyak teman-teman yang shalih. Iman kamu pun in shaa Allah akan bertambah berlipat-lipat.

7.       Jaga pandangan

Saat musim panas banyak wanita-wanita yang berpakaian sangat terbuka. Kamu harus menjaga pandangan agar pahala puasa kamu tidak berkurang. Usahakan untuk selalu berada di rumah atau di masjid dan hanya keluar jika benar-benar perlu saja. Saat di jalan Al-Qur’an bisa jadi „obat“, daripada bengong atau lihat sana sini saat menunggu atau berada di bus atau kereta, bisa kamu manfaatkan untuk membaca Al-Qur’an.

8.       Untuk yang ujian : persiapkan ujian sebelum ramadhan dan cari waktu efektif belajar kamu.
Sangat sayang rasanya apabila ramadhan berlalu begitu saja tanpa ada nilainya, „hanya“ karena bertepatan dengan musim ujian. Oleh karena itu persiapkan ujian kamu sebelum ramadhan, sehingga saat ramadhan kamu tidak harus banyak mempersiapkan ujian dan bisa berkonsentrasi untuk beribadah.
Cara lain adalah dengan menemukan waktu efektif belajar kamu dan hanya belajar di waktu efektif itu. Terkadang belajar 1-2 jam lebih efektif dibanding belajar 5 jam, apabila kamu belajar di waktu efektif kamu, disaat otak kamu sedang bekerja sempurna. Setiap orang mempunyai waktu efektif mereka masing-masing. Biasanya waktu efektif ini saat pagi ketika baru bangun tidur sampai waktu dhuha sekitar jam 10-11. Kamu harus bisa manfaatkan waktu-waktu efektif ini, sehingga kamu masih punya banyak waktu untuk beribadah.
Cara terakhir adalah undur ujian kamu ke Termin ujian kedua. Kalau memang sangat berat buat kamu untuk belajar saat Ramadhan, kamu masih bisa ujian di bulan Agustus/September. 
Prinsipnya : jangan sampai kamu kehilangan waktu berharga kamu saat Ramadhan „hanya“ karena mengejar kesuksesan dunia. Percayalah rezeki kamu sudah diatur oleh Allah. Sebesar apapun usaha kamu mengejar dunia toh kamu juga akan mendapat apa yang sudah digariskan oleh Allah untuk kamu. Bukannya menyarankan kamu untuk tidak berusaha. Saya hanya ingin menekankan bahwa akhirat adalah prioritas.


Semoga ini bisa menjadi motivasi buat kita semua. Semoga ramadhan bisa menjadi momentum untuk meningkatkan iman kita, dan semoga Allah memberikan ampunan kepada kita di bulan ramadhan.

Berikut secuil pengalaman pribadi saya saat menjalani ramadhan di Jerman :

Keine Kommentare:

Kommentar veröffentlichen